BAHASA INDONESIA PADA WINDOWS 8

Cara Menambahkan Vitur Bahasa Indonesia pasa Windows 8


Pada postingan kali ini saya akan menshare tentang bagaimana cara untuk menambahkan vitur bahasa indonesia pada windows  8, karena yang kita ketahui bahwa pada posisi deffault, windows 8 menggunakan bahasa inggris, oleh karena itu bagi anda yang kurang suka menggunakan bahasa inggris dalam PC atau Laptop sobat mungkin inilah solusi bagi sobat untuk mencoba tutorial cara menambahkan vitur bahasa indonesai pada windows 8.

Lankah-langkah menambahkan bahasa indonesia pada windows 8 

  1. Pastikan anda sudah membuka PC atau Laptop sobat. tentunya harus menggunakan OS windows 8
  2. Buka Control Panel, seperti pada gambar lalu klik Add a language
  3. Setelah itu akan muncul tampilan seperti dibawah ini, klik Add a language lalu cari Bahasa Indonesia kemudian klik Add 
  4. Selanjutnya akan tampil seperti gambar dibawah ini selanjutnya klik options kemudian Download and install language pack
  5. Selesai

Itulah tadi tutorial untuk menambahkan vitur bahasa indnesia pada windows 8



PROGRAM PEMBALIK NAMA DENGAN VISUAL C++


Pemrograman C++
Nama Program               : Program Pembalik Nama
Bahasa Pemrogramam  : C++
Compiler                         : Microsoft Visual C++ 2008
Script program               :

/* Nama     : Priyo Budi Luthfiyanto
   NIM      : 120534400694
   Prodi    : S1 Pendidikan Teknik Elektro 2012
*/

#include <iostream>
#include <stdlib.h>
using namespace std;
int main(int argc, char *argv[])//array parameter
{
      char kata [1000];
      cout <<" Masukkan Kalimat   : ";
      cin.getline(kata, 1000);
      strrev(kata); //untuk membalikan kata
      cout <<" Hasil Pembalikan   : "<<kata;
      system("PAUSE");
      return EXIT_SUCCESS;
}                                  
Output                             :


Penjelasan                       :
Pada program pembailikan nama ini, menggunakan array parameter, array parameter digunakan untuk menyatakan jumlah elemen array serta berkedudukan sebagai refrensi. Ketika kata dimasukan maka akan ada pembalikan penulisan itu karena ada perintastrrev (kata). Sehingga akan ditampilkan hasil pembalikan kata.

PROGRAM MENENTUKAN NAMA HARI DENGAN VISUAL C++


Program Menentukan Nama Hari

Pemrograman C++
Nama Program               : Program Menentukan Nama Hari
Bahasa Pemrogramam  : C++
Compiler                         : Microsoft Visual C++ 2008
Script program               :

/* Nama     : Priyo Budi Luthfiyanto
   NIM      : 120534400694
   Prodi    : S1 Pendidikan Teknik Elektro 2012
   Off      : D
*/

#include <iostream>
using namespace std;

void main()
{
      char a, jwb;
      do
      {
            cout << "=============================" <<endl;
            cout << "PROGRAM MENENTUKAN  NAMA HARI" <<endl;
            cout << "=============================" <<endl<<endl;
            cout << "        KODE HARI" <<endl;
            cout << "        ---------" <<endl;
            cout << "\n A = Senin   E = Jumat" <<endl;
            cout << "\n B = Selasa  F = Sabtu" <<endl;
            cout << "\n C = Rabu    G = Ahad" <<endl;
            cout << "\n D = Kamis" <<endl<<endl;
            cout << "MASUKKAN KODE HARI : ";cin >>a;
            cout << "-----------------------------"<<endl;
            switch (a)
            {
            case 'A':
                  cout << "Hari Senin" <<endl;break;
            case 'B':
                  cout << "Hari Selasa" <<endl;break;
            case 'C':
                  cout << "Hari Rabu" <<endl;break;
            case 'D':
                  cout << "Hari Kamis" <<endl;break;
            case 'E':
                  cout << "Hari Jumat" <<endl;break;
            case 'F':
                  cout << "Hari Sabtu" <<endl;break;
            case 'G' :
                  cout << "Hari Ahad" <<endl;break;
            default:;
                  cout << "\n Kode yang anda masukan salah, silakan coba lagi..." <<endl;
            }
            cout << "-----------------------------"<<endl<<endl;
            cout<<"Kembali ke Menu Utama (Y/T)? : ";
        cin>>jwb;
            cout<<endl;
      }
      while(jwb=='Y'||jwb=='y');
}


Output Program             :
Penjelasan                       :
Pada program menentukan nama hari ini, yaitu menggunakan operator kondisi switch case, agar memudahkan kita karena kita tinggal memasukan kode yang diingginkan kemudian hari akan keluar sesuai dengan kode. Disini juga menggunakan perulangan “do while”. Statemen perulanganya dilakukan terlebih dahulu baru dicek kondisinya. Sehingga ada satu kali perulangan, akibat penggunaan do while.

PROGRAM INPUT NILAI DENGAN VISUAL C++

MEMBUAT PROGRAM INPUT NILAI DENGAN VISUAL C++

Pemrograman C++
Nama Program               : Input Nilai Mahasiswa
Bahasa Pemrogramam  : C++
Compiler                         : Microsoft Visual C++ 2008
Script program               :

/* Nama     : Priyo Budi Luthfiyanto
   NIM      : 120534400694
   Prodi    : S1 Pendidikan Teknik Elektro 2012
*/

#include <iostream>
using namespace std;
#include <stdio.h>
#include <conio.h>

void main()
{
      int index, nilai[10];
      //nilai input mahasiswa
      printf("INPUT NILAI 10 MAHASISWA \n");
      printf("========================\n\n");
      for(index=0;index<10;index++)
      {
            printf("Mahasiswa %i: ", index+1);
            scanf("%i", &nilai[index]);
           
      }
      //tampilan nilai mahasiswa
      printf("\n");
      printf("NILAI MAHASISWA YANG TELAH DIINPUT\n");
      printf("==================================\n");
      for(index=0;index<10;index++)
      {
            printf("%5.0i", nilai[index]);
      }
getch();
}

Output                             :


Penjelasan                       :
Pada program latihan 1 ini, adalah program memasukan nilai 10 mahasisawa menggunakan array berdimensi satu. Awalnya menetukan variable dan array.  Setelah itu menampilkan “Input nilai 10 mahasiswa:”. Program ini menggunakan perulangan for. Dengan index di mulai dari 0 sampai 10. Setelah itu menampilkan “mahasiswa” dengan pemanggil untuk bilangan integer. Setelah itu nilai dimasukan. Terdapat perulangan lagi untuk menampilkan hasil “nilai mahasiswa yang telah diinput”.selesai

TRANSFORMATOR

TRANSFORMATOR

Pengertian Transformator

Transformator atau transformer atau trafo adalah komponen elektromagnet yang dapat mengubah taraf suatu tegangan AC ke taraf yang lain.

Prinsip kerja

Transformator bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Tegangan masukan bolak-balik yang membentangi primer menimbulkan fluks magnet yang idealnya semua bersambung dengan lilitan sekunder. Fluks bolak-balik ini menginduksikan GGL dalam lilitan sekunder. Jika efisiensi sempurna, semua daya pada lilitan primer akan dilimpahkan ke lilitan sekunder.

Kerugian dalam transformator

Perhitungan diatas hanya berlaku apabila kopling primer-sekunder sempurna dan tidak ada kerugian, tetapi dalam praktek terjadi beberapa kerugian yaitu:
  1. Kerugian tembaga. Kerugian dalam lilitan tembaga yang disebabkan oleh resistansi tembaga dan arus listrik yang mengalirinya.
  2. Kerugian kopling. Kerugian yang terjadi karena kopling primer-sekunder tidak sempurna, sehingga tidak semua fluks magnet yang diinduksikan primer memotong lilitan sekunder. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggulung lilitan secara berlapis-lapis antara primer dan sekunder.
  3. Kerugian kapasitas liar. Kerugian yang disebabkan oleh kapasitas liar yang terdapat pada lilitan-lilitan transformator. Kerugian ini sangat memengaruhi efisiensi transformator untuk frekuensi tinggi. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggulung lilitan primer dan sekunder secara semi-acak (bank winding)
  4. Kerugian histeresis. Kerugian yang terjadi ketika arus primer AC berbalik arah. Disebabkan karena inti transformator tidak dapat mengubah arah fluks magnetnya dengan seketika. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggunakan material inti reluktansi rendah.
  5. Kerugian efek kulit. Sebagaimana konduktor lain yang dialiri arus bolak-balik, arus cenderung untuk mengalir pada permukaan konduktor. Hal ini memperbesar kerugian kapasitas dan juga menambah resistansi relatif lilitan. Kerugian ini dapat dikurang dengan menggunakan kawat Litz, yaitu kawat yang terdiri dari beberapa kawat kecil yang saling terisolasi. Untuk frekuensi radio digunakan kawat geronggong atau lembaran tipis tembaga sebagai ganti kawat biasa.
  6. Kerugian arus eddy (arus olak). Kerugian yang disebabkan oleh GGL masukan yang menimbulkan arus dalam inti magnet yang melawan perubahan fluks magnet yang membangkitkan GGL. Karena adanya fluks magnet yang berubah-ubah, terjadi olakan fluks magnet pada material inti. Kerugian ini berkurang kalau digunakan inti berlapis-lapis.

Jenis-jenis transformator

Step-Up

Transformator step-up adalah transformator yang memiliki lilitan sekunder lebih banyak daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penaik tegangan. Transformator ini biasa ditemui pada pembangkit tenaga listrik sebagai penaik tegangan yang dihasilkan generator menjadi tegangan tinggi yang digunakan dalam transmisi jarak jauh.

Step-Down

Transformator step-down memiliki lilitan sekunder lebih sedikit daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penurun tegangan. Transformator jenis ini sangat mudah ditemui, terutama dalam adaptor AC-DC.

Autotransformator

Transformator jenis ini hanya terdiri dari satu lilitan yang berlanjut secara listrik, dengan sadapan tengah. Dalam transformator ini, sebagian lilitan primer juga merupakan lilitan sekunder. Fasa arus dalam lilitan sekunder selalu berlawanan dengan arus primer, sehingga untuk tarif daya yang sama lilitan sekunder bisa dibuat dengan kawat yang lebih tipis dibandingkan transformator biasa. Keuntungan dari autotransformator adalah ukuran fisiknya yang kecil dan kerugian yang lebih rendah daripada jenis dua lilitan. Tetapi transformator jenis ini tidak dapat memberikan isolasi secara listrik antara lilitan primer dengan lilitan sekunder.
Selain itu, autotransformator tidak dapat digunakan sebagai penaik tegangan lebih dari beberapa kali lipat (biasanya tidak lebih dari 1,5 kali).

Autotransformator variabel

Autotransformator variabel sebenarnya adalah autotransformator biasa yang sadapan tengahnya bisa diubah-ubah, memberikan perbandingan lilitan primer-sekunder yang berubah-ubah.

Transformator isolasi

Transformator isolasi memiliki lilitan sekunder yang berjumlah sama dengan lilitan primer, sehingga tegangan sekunder sama dengan tegangan primer. Tetapi pada beberapa desain, gulungan sekunder dibuat sedikit lebih banyak untuk mengkompensasi kerugian. Transformator seperti ini berfungsi sebagai isolasi antara dua kalang. Untuk penerapan audio, transformator jenis ini telah banyak digantikan oleh kopling kapasitor.

Transformator pulsa

Transformator pulsa adalah transformator yang didesain khusus untuk memberikan keluaran gelombang pulsa. Transformator jenis ini menggunakan material inti yang cepat jenuh sehingga setelah arus primer mencapai titik tertentu, fluks magnet berhenti berubah. Karena GGL induksi pada lilitan sekunder hanya terbentuk jika terjadi perubahan fluks magnet, transformator hanya memberikan keluaran saat inti tidak jenuh, yaitu saat arus pada lilitan primer berbalik arah.

Transformator tiga fase

Transformator tiga fase sebenarnya adalah tiga transformator yang dihubungkan secara khusus satu sama lain. Lilitan primer biasanya dihubungkan secara bintang (Y) dan lilitan sekunder dihubungkan secara delta ().

Sumber : Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

MEMBUAT PROGRAM PERULANGAN DENGAN DELPHI

MEMBUAT PROGRAM PERULANGAN DENGAN DELPHI


BAB III
PEMROGRAMAN (PERULANGAN)

Tujuan
  1. Mahasiswa mampu menggunakan perulangan pada bahasa pemrograman Borland Delphi.
  2. Mahasiswa mampu membuat aplikasi menggunakan perulangan pada bahasa pemrograman Borland delphi.
Dasar Teori
         Dalam menyelesaikan masalah, terkadang kita harus melakukan suatu proses yang sama lebih dari satu kali. Untuk itu perlu dibuat suatu algoritma pengulangan. Delphi memberikan tiga alternatif pengulangan, yaitu dengan For, While, atau Repeat. Masing-masing memiliki karakteristik, yang akan dipelajari pada bagian ini. Ada dua hal yang penting dalam melakukan merancang perintah pengulangan, yaitu:
  • Inisialisasi awal.
  • Nilai akhir pengulangan atau kondisi berhenti.
1) For . . . to . . . do
  • Pada pengulangan dengan For, inisialisasi awal dan kondisi akhir ditentukan dengan menggunakan suatu variable kendali yang nilainya dibatasi dalam suatu range tertentu. Sintaks untuk perintah ini adalah :
    For <variable_kendali> := <nilai_awal> to 
    <nilai_akhir> do
    Begin
    … {aksi} 

    End ;
    
         Atau :
    
    For <variable_kendali> := <nilai_awal> downto 
    <nilai_akhir> do    Begin
    … {aksi}End ;

2) While . . . do
  • Pada metoda pengulangan ini aksi hanya akan diproses bila kondisi pengulangan terpenuhi, bentuk sintaks dari pengulangan ini adalah :
          While <kondisi_ pengulangan> do    Begin
    … {aksi} End ;

3) Repeat . . . until
  • Metoda pengulangan ini juga melakukan pengulangan berdasarkan pemeriksaan kondisi pengulangan. Hanya saja alur dari pengulangan ini adalah sistem seakan-akan memaksa untuk melakukan pengulangan, sampai di ketahui adanya kondisi berhenti. Bentuk sintaks dari pengulangan ini adalah :
    Repeat    … {aksi}
    Until <kondisi_ berhenti>

Alat dan Bahan
  • 1 Set PC
  • Tool Pemrograman Borland Delphi
Prosedur

a) Perulangan dengan for… to atau for…downto
    Buatlah program seperti berikut :

    untuk lebih jelasnya anda bisa download filenya disini :


MEMBUAT PROGRAM INPUT NAMA DENGAN DELPHI

MEMBUAT PROGRAM INPUT NAMA DENGAN DELPHI



BAB II
PEMROGRAMAN (PERCABANGAN)


Tujuan
  1. Mahasiswa mampu menggunakan percabangan pada bahasa pemrograman Borland Delphi.
  2. Mahasiswa mampu membuat aplikasi menggunakan percabangan pada bahasa pemrograman Borland delphi.
Dasar Teori

          Pada beberapa kasus pemrograman terkadang kita menginginkan komputer melakukan suatu aksi tertentu bila suatu kondisi terpenuhi. Bahasa Pascal menyediakan dua cara penyajian perintah bersyarat, yaitu If…Then…Else dan Case…of.

1. Percabangan If . . .
  • Perintah percabangan If…Then…Else adalah suatu perintah yang berfungsi untuk mengambil keputusan dari beberapa kondisi. Bentuk percabangan ini biasanya digunakan untuk kondisi yang jumlahnya tidak terlalu banyak. Bentuk sintaks dari perintah bersyarat ini adalah:
          If <kondisi_pencabangan> then
     Begin 
     ... {aksi-1} 
     end;

2. Percabangan Case. . .Of
  • Perintah bersyarat Case umumnya digunakan untuk kondisi dengan banyak pencabangan. Syarat pencabangan pada bentuk ini hanya boleh melibatkan satu buah parameter dengan tipe data bukan Real. Pemeriksaan kondisi di sini lebih tepat disebutkan dalam hubungan relasi samadengan (=). Dengan demikian bila parameter bernilai tertentu maka dilakukan suatu aksi terkait, bila bernilai lain maka dilakukan aksi yang lain juga, demikian seterusnya. Bentuk umum penggunaan Case . . . Of : 
          Case <Parameter> Of 
     <nilai_1> : <aksi_1> ; 
     <nilai_2> : <aksi_2> ; 
     ... 
     <nilai_n> : <aksi_n> ; Else <aksi_n+1> ; 
     End;

Alat dan Bahan
  • 1 Set PC 
  • Tool Pemrograman Borland Delphi
Prosedur
a) Percabangan dengan if…then…else
  1. Buatlah program seperti berikut : 

    untuk lebih jelasnya anda bisa download filenya disini:



MEMBUAT KALKULATOR SEDERHANA DENGAN DELPHI

MEMBUAT KALKULATOR SEDERHANA DENGAN DELPHI

cara membuat kalkulator dengan menggunakan delphi, membuat kalkulator dengan delphi, membuat kalkulator sederhana dengan delphi, cara membuat kalkulator sederhana dengan delphi, cara membuat kalkulator


BAB I
PEMROGRAMAN (KOMPONEN STANDAR) 

Tujuan
  • Mahasiswa mampu menggunakan komponen standar pada bahasa pemrograman Borland Delphi. 
  • Mahasiswa mampu membuat aplikasi menggunakan komponen standar pada bahasa pemrograman Borland delphi.
Dasar Teori

        Untuk dapat membuat program aplikasi, programmer harus meletakkan komponen-komponen yang diambil dari component palatte serta mengatur tata letak komponen-komponen tersebut pada bagian form designer.

1. Meletakkan komponen pada form designer. 
  • Untuk meletakkan komponen pada form designer, klik sebuah komponen pada component palette, sebagai contoh pilih komponen Edit. 
  • Kemudian klik pada bagian form designer, yaitu pada posisi dimana komponen tersebut akan diletakkan. 
  • Setelah semua komponen diletakkan pada form, langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah mengganti properties dan events dari komponen-komponen yang telah diletakkan pada form designer. 
2. Mengubah Properties komponen.
  • Properti komponen yang telah diletakkan pada bagian form designer dapat diubah dengan menggunakan tab Properties pada jendela object inspector. 
3. Mengubah komponen Event. 
  • Event dari komponen pada form designer dapat diubah dengan menggunakan tab events pada jendela object inspector guna menangani kejadian-kejadian dari suatu komponen.

Alat dan Bahan  
  • 1 Set PC 
  • Tool Pemrograman Borland Delphi
Prosedur

1. Buatlah program seperti berikut :
2. Komponen/Objek yang digunakan dan pengaturan propertiesnya adalah :

KomponenPropertiNilai Properti
Form1CaptionProgram Matematika
Label1CaptionAngka1
Label2CaptionAngka2
Label3CaptionHasil
Label4CaptionMerah
Label5CaptionBiru
Label6CaptionHijau
Button1NameBtJumlah
CaptionJumlah
Button2NameBtKurang
CaptionKurang
Button3NameBtKali
CaptionKali
Button4NameBtBagi
CaptionBagi
Panel1CaptionKosongkan
Panel2CaptionKosongkan
BevelInnerBvLowered
BevelWidth2
BorderStyleBsSigle
BorderWidth2
Edit1NameEdAng1
Edit2NameEdAng2
Edit3NameedHasil
3. Masukkan perintah pada kejadian/event di setiap komponen di bawah ini.

    Untuk lebih jelasnya anda bisa download di sini